
Majalah · 15 Agustus 1919
Soeloeh Peladjar (1919-08-15) No. 10 Th. 13
Ringkasan otomatis
Terbitan Soeloeh Peladjar, majalah untuk murid sekolah dan orang muda yang dikarang Soetan Toemenggoeng dan dicetak Evolutie di Weltevreden. Isinya tulisan bersambung tentang seorang buta yang dijaga hingga wafat pada usia 86 tahun, syair tentang pasien yang melanggar pantangan dokter, dongeng kelinci dan gajah, syair perpisahan murid Meureudoe (Atjeh) dengan guru yang dipindahkan, kisah perampok laut yang menyesal, jawaban soal, dan syair bertanam padi.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Kalau terlambat' sadja saja datang sedikit, tentoe sendiri sadja ia didjalan besar dan bolehlah mendatangkan bahaja baginja. Tidaklah saja meninggikan diri sa]a dalam “bertahorn-tahoen itoe sekalipoen ta' ada saja jang terlambat. Keloear' dari sekolah teroeslah saja pergi ketempat itoe, bermain-main ta" adalah terpikir olehkoe. ' Ketika saja telah besarpoen ta' pernahlah saja datang terlambat pada pekerdjaan saja. Apa sebabnja, barangkali karena kebiasaan, ta' dapat- lah…
Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Soeloeh Peladjar. (1919, August 15). [Periodical issue, No. 10]. Langka Archive (LGK-48832).
Tempat