
Majalah · 1 Agustus 1919
Soeloeh Peladjar (1919-08-01) No. 9 Th. 13
Ringkasan otomatis
Edisi ini memuat lanjutan cerita tentang seorang buta yang tinggal di rumah penulis, yang hafal seluk-beluk rumah dan gemar mendengarkan bacaan surat kabar. Ada pula syair tentang Sumatera Timur (Medan, Deli, Langkat, Serdang, Asahan), kisah seorang tua yang menolong anak muda yang hanyut di sungai, syair tentang sekolah di Pulau Pisang dan tentang singa, kisah tabib Hendrik Gryon yang membedah mayat korban pes di Marseille, serta lelucon dan teka-teki murid.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Ta' setoedjoe kami menjoeroeh orang lain bekerdja hari Minggoe oentoek kesenangan kami dan ta' poelalah terpikir oleh kami akan mengeloearkan oeang 35 sen pembajar trem itoe. Masa sekarang perkara ini ta' diperdoelikan orang benar dan tiap-tiap hari Minggoe dalam waktoe moesim panas jang lepas boekan main betatgj% pekerdjaan M omngorang arem o na Moedjoerlah kami koeat berdjalan ! Sampailah kami poelang. . Tentoelah terbit pada pikiran pembatjakoe lakilaki atau perempoean…
Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnya