
Majalah · 15 Februari 1915
Soeloeh Peladjar (1915-02-15) No. 22 Th. 8
Ringkasan otomatis
Terbitan majalah Soeloeh Peladjar untuk murid sekolah dan orang muda ini memuat sambungan cerita seorang anak kampung, si Ming, yang dimarahi ibunya dan dituduh menyembunyikan uang hasil menjual ayam. Ada pula anekdot "Poelasan" tentang pentingnya berpikir panjang sebelum bertindak, dongeng harimau yang bermimpi mencari bapak, serta tulisan tentang asal-usul payung dan Jonas Hanway.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
No. 21. Matahari telah tinggi dan tjahajanja amat panas, ketika si Ming poelang keroemahnja memikoel doea boeah ba- koel jang hampir kosong. ,Apa ajam terdjoeal semoeanja?"', tanja iboenja jang baroe kembali dari sawah dan sekarang sedang memasak | nasi. ,, Tinggal sedikit lagi"', djawab si Ming, sambil ia meletakkan pikoelannja di- tanah. ,, Tiga €kor lagi tinggal jang tiada dibeli orang”'. . ,,Anak setan”', djawab iboenja dengan amarah, sambil ia dengan kesal me…
Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Soeloeh Peladjar. (1915, February 15). [Periodical issue, No. 22]. Langka Archive (LGK-48780).
Tempat