
Majalah · 1985
Tempo (1985) Pendidikan, tempo doeloe dan masa kini (I) Kefasihan berbahasa bukanlah ukuran
Ringkasan otomatis
Bagian pertama artikel Daoed Joesoef ini menyoroti anggapan bahwa mutu pendidikan Indonesia merosot dibandingkan zaman Hindia Belanda. Penulis menolak ukuran seperti keterampilan teknikal lulusan, kesulitan mencari kerja, dan kefasihan berbahasa, lalu menjelaskan bahwa sistem kolonial bersifat sangat selektif dengan sekolah yang sedikit dan hanya melayani sebagian kecil penduduk. Ia juga membandingkan frekuensi pelajaran bahasa Belanda dan bahasa Inggris.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
JASSIN terhadap fakultas kering tersebut relatif *, sih rendah. (employment opportunities) bagi anak didiknya karena bukan wewenang dunia pendidikan untuk merencanakan pembangunan di remaja yang ingin masuk ke fakultas-fakultas "basah" (kedokte- yang mencoba' melakukan ”aM”,飞虱 yang diartikan sebagai ”kiat” (pe- plan is to foresee**. Kedua, kemampuan seseorang ・・f 、丁 usa- suatu tidak BAPPENAS, yang mampu mengatakan kepada dunia pen didikan jenis-jenis yang pasti dari…
Semua 2 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Tempo. (1985). [Periodical issue]. Langka Archive (LGK-49144).
Orang
Tempat