
Majalah · 1 Desember 1916
Soeloeh Peladjar (1916-12-01) No. 17 Th. 10
Ringkasan otomatis
Terbitan ini memuat tulisan dan cerita untuk murid sekolah. Isinya antara lain cerita seorang hakim tua yang memutuskan perkara tukang kayu yang menimpa seorang hakim hingga tewas, kisah anak yang berbakti kepada orang tuanya sehingga kepala sekolah berjanji mengurus pensiun ayahnya, dongeng Hamir yang menyia-nyiakan tiga batu ajaib, dan kisah Ibrahim serta anak angkatnya, Moehammad 'Ali, yang tidak setia. Ada pula syair perpisahan murid-murid Bindjai II dengan kepala sekolah yang pindah, cerita si Aboe yang malas, dan laporan karyawisata murid Bondowoso ke goa Mandira.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Hakim jang tertoea !aloe naiklah keatas seboeah sekolah tinggi dikota Paris seboeah tempat doedoek jang tinggi Makanan anak itoe p\da tiap-tiap hari dan berkata dengan njaring soearanja: hanja roti kering dengan air dan goela ,,Hai saudara sekaliannja, adapoen sedikit. Maka kelakoean ini terdengarlah Pada djaman dahoeloe kala, adalah sanak saudara hakim jang telah meoleh kepala sekolah itoe, sebab itoe seboeah negeri jang teramat ramainja. ninggal karena ditimpa oleh toekang…
Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnya