
Majalah · 1 November 1913
Soeloeh Peladjar (1913-11-01) No. 15 Th. 7
Ringkasan otomatis
Terbitan Soeloeh Peladjar untuk murid sekolah dan kaum muda ini memuat kisah Jan Camphuijs, anak Haarlem yang membeli buku tentang tanah Hindia, kemudian menjadi Gubernur-Jenderal (1684-1691) dan memesan perkakas makan perak dari gurunya, seorang pandai emas. Isi lain: sambungan dongeng harimau dan pelanduk, tamat cerita Ali dan buah zaitun yang diadili seorang anak di hadapan Khalifah, serta awal kisah Odilia yang anak-anaknya dibawa Ratu Laut Melusa.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Laloe segeralah diambilnja kitab itoe, serta dibatjanja. Roepanja isi kitab itoe berkenan dalam hatinja. Tengah ia “asjik membatja itoe, bertanjalah saudagar jang empoenja kedai itoe: ,Hai, boedak, engkau hendak membeli kitab itoe?" -Djawab boedak itoe: ,Ja, berapa har- ganja?”' »Bagoes sekali kitab itoe, didalamnja banj'ak gambar jang indah-indah. Saja djoeal doea belas wang 5 s€n (60 s€n)”'. ,Saja maoe membeli lima belas s€n'”', djawab boedak itoe. ,Moerah benar”, kata…
Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Soeloeh Peladjar. (1913, November 1). [Periodical issue, No. 15]. Langka Archive (LGK-48762).