
Majalah · 1 November 1912
Soeloeh Peladjar (1912-11-01) No. 15 Th. 6
Ringkasan otomatis
Terbitan ini memuat cerita si Bedja, anak penjual nasi yang dipukul ibunya lalu pergi mengabdi pada seorang guru hingga menjadi pegawai gadai, serta syair Marah Zoeki tentang sekolah baru di Panjaboengan. Ada pula karangan tentang kesehatan, kesopanan, dan kehematan, fabel harimau dan kambing, teka-teki, sambungan cerita Maling Tjeroeboek, dan balasan redaksi kepada para murid pembaca.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 2
Maka ia beranak seorang lakilaki, bernama Bedja. Oleh karena ta' beranak perempoean, maka si Bedja itoepoen tiap-tiap hari disoeroeh iboenja membantoe pekerdjaannja, jaitoe menanak nasi dan Iain-lainnja. Djika telah masak segala masakan itoe, dipikoelnjalah barang djoealan kepekan, hendak didjoealnja. Demikianlah pekerdjaan si Bedja sehari-hari. Pada soeatoe hari, setelah si Bedja habis memasak, dibawanjalah barang dagangan itoe seperti biasa. Akan tetapi sebab la- Jainja…
Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Soeloeh Peladjar. (1912, November 1). [Periodical issue, No. 15]. Langka Archive (LGK-48741).