
Majalah · 15 Oktober 1912
Soeloeh Peladjar (1912-10-15) No. 14 Th. 6
Ringkasan otomatis
Edisi ini memuat cerita bersambung Hikayat Djaka Oembaran dan kisah pendek tentang Hasan, yang ditegur ayahnya karena berdalih "kawan-kawan mengajak", disertai kisah pamannya yang jatuh karena tak melawan hawa nafsu. Ada pula uraian tentang lebah dan pemeliharaannya di Eropa, kiasan anjing dan daging, contoh tulisan murid, teka-teki, pantun, serta awal cerita Maling Tjeroeboek.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Meester Cornelis halte Klender. ,,Sedianjc akoa tiada hendak menoeroet." Didalam seboeah bilik, d· edoeklah seorang bapa diatas seboeah koersi dekat medja toelisnja. Oengan soenggoeh-soenggoeh dan siasat ia memandang kepada ;rnak- nja jang berdiri dihadapannja, deng;rn moeka sebagai orang kemaloean. Tjaja moeka boedak ini menjatakan, bahwa ia telah memboeat sesoeatoe kesalahan serta dengan ketakoetannja ia menantikan apa-apa kelak jang akan mendjadi hoekoeman bagi dosa jang…
Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Soeloeh Peladjar. (1912, October 15). [Periodical issue, No. 14]. Langka Archive (LGK-48740).