Pustaka Langka
Sampul: Soeloeh Peladjar (1912-08-01) No. 9 Th. 6

Majalah · 1 Agustus 1912

Soeloeh Peladjar (1912-08-01) No. 9 Th. 6

Soeloeh Peladjar

Ringkasan otomatis

Edisi ini memuat bagian II cerita bersambung tentang Emma, seorang anak yang mengisap bisa dari luka ibunya, Nyonya Werner, hingga ibunya sembuh sementara Emma sendiri menanti ajal. Selain itu ada cerita Sabrani yang memegang tiga nasihat gurunya, kisah orang beriman yang buta lalu menemukan huruf timbul, kiriman murid dari Kajoe Agoeng, seruan syair kepada murid di Balai Tengah, surat seorang murid perempuan tentang sekolah desa di Sidoardjo, dan cerita saudagar yang selamat berkat hujan.

Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.

Cuplikan, halaman 1

No. 8.) Baroe sadja tabib itoe pergi, maka sadarlah Njonjah Werner dari pada pingsannja, laloe ia memboekakan matanja. Maka ia merasa poesing kepalanja, dan lajoelah segala anggotanja, tiada bergaja lagi, dan merasa jang azalnja soedah hampir. Barang siapa jang melihat ha! ini dan mendengar pesan, petoeah dan nasihat si iboe jang baik boedi itoe kepada anak-anaknja tjahaja matanja, nistjaja merasa belaslah, hantjoerkan hati, remoekkan toelang. Maka gew.ntarlah tangankoe…

Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.

Dukung dan baca versi lengkapnya

Sitasi

Soeloeh Peladjar. (1912, August 1). [Periodical issue, No. 9]. Langka Archive (LGK-48735).

Tempat