
Majalah · 15 Juli 1912
Soeloeh Peladjar (1912-07-15) No. 8 Th. 6
Ringkasan otomatis
Edisi ini memuat bagian kedua cerita bersambung tentang Emma, anak yang mengasihi ibunya, yang digigit ular dan dinyatakan tabib tak tertolong. Isinya juga surat kenangan seorang murid yang meninggalkan sekolah di Hatusua (Ceram Barat), kisah asal kata kahwa (kopi) dari Sjech Sjadheli, kisah raja lalim di Basrah, perumpamaan pandai besi dan mata bajak, sebuah syair tentang berdiam diri, serta dongeng buaya dan kera.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Tiba- tiba ia berteriak. katanja: ,,Ja, Toehankoe, ampoenilah kiranja !Jamhamoe jang berdosa ini ! Matilah ham ha!" Serta Emma mendeugar teriak iboenja itoe, terperandjatlah ia; dan serta dilihatnja iboe11ja terlaloe poetjat moekanja, seekor oelar melilit lengan iboenja itoe, maka me11- djeritlah ia koeat-koeat, sehingga dengan tucnggang langgang berlarilah Hendrik dan Roosje ketempat itoe, hendak melihal hal- nje. J{arena goegoepnja tiadalah Emma dap8, berkata sepatah…
Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Soeloeh Peladjar. (1912, July 15). [Periodical issue, No. 8]. Langka Archive (LGK-48734).
Orang