
Buku · 1992
Pendidikan manusia merdeka
Y.B. Mangunwijaya
Ringkasan otomatis
Esai ini ditulis Y.B. Mangunwijaya untuk harian Kompas. Ia bertolak dari pidato Sutan Syahrir di Dewan Keamanan PBB tahun 1947, lalu bertanya mengapa generasi Soekarno-Hatta-Syahrir begitu cemerlang meski dididik sekolah kolonial. Ia berpendapat pendidikan sejati bertujuan membentuk manusia merdeka dan mandiri, dengan penguasaan bahasa dan humaniora sebagai poros, dan mengkritik sistem pendidikan Indonesia yang menomorduakan bahasa.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Tidak dengan meriam, mortir atau granat maut. Tetapi dengan inteligensi dan diplomasi tangkas yang membungkam kebohongan penyerang. Dan yang meyakinkan dimia, bahwa Republik Indonesia yang belum berumur 2 tahun waktu itu, ternyata sua* tu negara baru yang pantas didengar dan diakui. Pidato pembelaanRI oleh mantan Perdana Menteri Sutan Syahrir di De wan Keamanan PBB dan Konferensi Inter-Asia di New Delhi beserta laporan-laporan resminya dari DK, dihadiahkan kepada saya oleh…
Semua 3 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Y.B. Mangunwijaya. (1992). Pendidikan manusia merdeka. Langka Archive (LGK-49496).
Orang
Sutan SyahrirMohammad HattaAdam MalikFuad HassanAgus Salim
Organisasi
Tempat
Topik