
Buku · 1976
Memperingati hari lahirnya Ibu Kartini (bagian II)
Wartawan Khusus Merdeka
Ringkasan otomatis
Bagian kedua tulisan peringatan hari lahir Kartini ini menguraikan pandangannya tentang pendidikan kaum wanita sebagai dasar keluarga dan masyarakat. Disebut pula keinginannya bersekolah di Semarang, beasiswa yang akhirnya diberikan kepada Agus Salim, sekolah kecil yang dibukanya, surat-suratnya kepada Mr. Abendanon dan Ny. Ovink yang menjadi buku "Door Duisternis tot Licht", pernikahannya dengan Bupati Rembang, wafatnya pada 1904, serta penetapannya sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Penulis juga menyinggung peran wanita masa kini.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Sckali lagi tidak ! Bukankah kaum wanita manusia . yang sejajar juga derigan kaum lelakf? * .O Kaum wanita nicrupakan tiang didalam keluarga. Dan keiuarga merupakaii pula tiangnya masyarakat. Didalam tangan wanitalah letak keagungan inasyarak a Lie topi, b agaim an ak ah masyarakat akan dapaf kchomiatan dan keagungan. apabila knunt— wanitanya bod oh, buta hurul , tidak menxxetahui apa#)ane lerjadi didalam masyarakatnya yang penuh dengan keramaian dan keni£Quan. Bagai manakah…
Semua 3 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnya