
Majalah · 1987
Wanita (1987) Raden Ajeng Kartini simbol perjuangan wanita Indonesia
Ringkasan otomatis
Artikel di majalah Wanita ini menguraikan perjuangan Raden Ajeng Kartini sebagai simbol emansipasi wanita Indonesia. Ditulis berdasarkan biografi karya Siti Soemandari Soeroto, artikel menelusuri latar bangsawan Jawa Kartini, keinginannya bersekolah dan mendirikan sekolah gadis, janji J.H. Abendanon dan tawaran Van Kol, hingga pernikahannya dengan Bupati Rembang dan wafatnya pada usia 25 tahun. Artikel menafsirkan emansipasi Kartini sebagai pendidikan agar wanita menjadi ibu yang baik, bukan kesamaan dalam segala hal.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
KARTINI sudah menjadi simbol perjuangan kaum wanita untuk berprestasi, untuk aktif dalam berbagai kegiatan, atau bahkan untuk menyamakan kedudukan mereka dengan pria. Memang tercatat dalam sejarah, Kartini adalah seorang tokoh emansipasi yang sudah mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk merombak budaya tradisional Jawa yang ccnderung menganggap rendah wani ta, dan bcrusaha agar wanita mendapatkan kesamaan derajat dengan lakMaki. Usaha Kartini tentunya tidak mudah, sebab…
Semua 3 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Wanita. (1987). [Periodical issue]. Langka Archive (LGK-49178).
Orang
KartiniSiti SumandariRaden Ajeng KartiniSnouck Hurgronje
Tempat