
Majalah · 15 Desember 1920
Soeloeh Peladjar (1920-12-15) No. 18 Th. 14
Ringkasan otomatis
Terbitan majalah Soeloeh Peladjar untuk murid sekolah dan orang muda ini memuat cerita bersambung tentang seorang Kwaker bernama Tobi Simton yang dirampok di jalan menjelang pernikahan putrinya, Maria, dengan Edward Weresford. Isi lainnya: cerita raja Bagdad yang bertanya dengan isyarat jari kepada ulama Mesir dan dijawab oleh seorang gembala, asal mula minuman teh di Tiongkok, syair tentang kera mati tersepit, kiriman pembaca, nasihat tentang tertawa, teka-teki, serta petunjuk mengirim karangan.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Mereka tiada berpendeta dan tiada bergeredja. Da- lam bilik tempat mereka hari Ahad berkoempoel tiada berboenji-boenjian, hanjalahbeberapa boeah bangkoe tempat doedoek. Perkawinan mereka moedah benar, -.asal iboe bapa' kedoea belah pihak memberi izin. Djabatan tiada disoekainja dan perang. dipantangkannja. Pakaiannja tiada banjak perhiasannja. Topinja bertepi lebar, itoelah tanda -orang laki-laki. Tiada kepada seorang djoega mereka memberi hormat dengan topinja, kepada radja…
Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnya