
Majalah · 1 November 1920
Soeloeh Peladjar (1920-11-01) No. 15 Th. 14
Ringkasan otomatis
Nomor Soeloeh Peladjar ini memuat kisah perjalanan ke Oostenrijk-Hongarije dengan Weenen sebagai ibu kota, pemerintahan Kesar Frans Jozef, dan cara penduduk menangkap kuda liar di padang rumput. Ada juga cerita tiga orang pekak yang salah paham, catatan murid tentang pendakian gunung dari Rancaekek, syair Sitti Rosia tentang sekolah perempuan di Matur, dan cerita seorang dusun bodoh yang mengirim baju lewat kawat.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Sekarang matilah saja moelai potla bertjeritera kemba- li, tetapi sekarang tidak lagi sahabat kita itoe bertjeritera negeri Berlijn, karena soedah tjoekoeplah rasanja penglihatannja di-.Berlijn itoe. Jang dikabarkannja pada saja, jaitoe sedikit tentang keradjaan Oostenrijk-Honga- rije dan iboe negeri keradjaan itoe, | Weenen namanja. Dengarlah apa kissahnja. OOSTENRIJK-HONGARIJE | Tjoekoeplah waktoenja saja di- Berlija koe melihat tamasja jang ada di- Berlijn, sebab itoe…
Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Soeloeh Peladjar. (1920, November 1). [Periodical issue, No. 15]. Langka Archive (LGK-48861).
Tempat
Topik