
Majalah · 15 Juli 1913
Soeloeh Peladjar (1913-07-15) No. 8 Th. 7
Ringkasan otomatis
Edisi Soeloeh Peladjar untuk murid sekolah dan kaum muda ini memuat karangan kesehatan tentang minuman (air, kopi, teh, cokelat) dan cara menolong orang yang tenggelam, terbakar, atau menghirup udara beracun. Isinya juga cerita anak: pelanduk dengan burung latik-latik, si Poelila yang malas, dan Pa' Moerti yang berhenti minum tuak dengan akal sang tabib. Ada pula laporan seorang guru tentang kunjungan ke tambang Aek Sarahan di Mandailing, serta dongeng serigala dan siamang.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Kalau nengk moijang kita jang hidoep empat lima ratoes tahoen dahoeloe, dapat hidoep kembali, tentoelah ia akan tertjengang melihat hal hidoep kita masa sekarang. Barang jang 'adja'ib-'adjaib beriboe matjamnja jang beloem pernah dilihatnja: demikian poela barang-barang jang selaloe dipakainja masa dahoeloe, sekarang banjak jang tiada nampak. Orang poerbakala biasa mempergoenakan barang-barang jang diperboeatnja sendiri serta memakan hasil sawah la- dang jang dikerdjakannja…
Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Soeloeh Peladjar. (1913, July 15). [Periodical issue, No. 8]. Langka Archive (LGK-48755).
Tempat