Pustaka Langka
Sampul: Soeloeh Peladjar (1910-10-01) No. 13 Th. 4

Majalah · 1 Oktober 1910

Soeloeh Peladjar (1910-10-01) No. 13 Th. 4

Soeloeh Peladjar

Ringkasan otomatis

Nomor Soeloeh Peladjar ini memuat tulisan untuk murid sekolah dan kaum muda Hindia-Timur. Isinya antara lain uraian tentang cara membuat garam di Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang) hingga dijual oleh pemerintah, amanat perpisahan murid yang tamat kepada kawan-kawannya, serta cerita bermuatan nasihat: kisah dua bersaudara Kelana Djaja Poetera dan Madoe Kasna, kisah Si Dobal yang bodoh dan akal seorang peladang. Ada pula sapaan kepada murid sekolah Krot dan tulisan tentang pepatah kebiasaan sejak kecil.

Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.

Cuplikan, halaman 1

Toemenggoeng moe- rid sekolah Krot!— Harta dan kekajaan tiada kekal. tetapi kepandaian itoelah pokok keselamatan.— Si Dobab “Akal seorang peladang.— Ketika ketjil terandja-andja soedah besar terbawa- . bawa, sampai toea teroebah tidak.— KEEI Pandji Soemirang.— Memhoeat garam dires. Madoera. ——B s — -Adapoen makanan jang kita makan seti- ap hari kebanjakan ditjampoeri garam. Garam dipergoenakan orang, karena ialah jang menjedapkan segala djenis masak-masakan , kalau koerang…

Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.

Dukung dan baca versi lengkapnya

Sitasi

Soeloeh Peladjar. (1910, October 1). [Periodical issue, No. 13]. Langka Archive (LGK-48718).

Organisasi

Tempat