
Majalah · 1 Mei 1910
Soeloeh Peladjar (1910-05-01) No. 3 Th. 4
Ringkasan otomatis
Terbitan ini memuat ucapan doa dan harapan bagi Putri Juliana sebagai calon pengganti takhta Belanda, lanjutan Tarich Nederland tentang perang delapan puluh tahun (Alva, Pangeran Oranje, Den Briel, Haarlem, Alkmaar), dan cerita Ardon, anak yatim miskin di Paris yang jujur hingga menjadi kaya. Selain itu terdapat amsal, tulisan tentang sejarah kertas, serta tanggapan atas karangan Si Sere tentang murid perempuan.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Jang Moelia Poeteri Juliana ialah per- mata tanah Hindia Nederland. Dialah jang akan djadi ganti djoendjoengan kita. Siang malam kita berharap : Kita harap oesianja Allah pandjangkan. Derdjat kemoeliaannja ditinggikan. Hatinja, kita harap disoetjikan Allah. Adil, moerah moedah- moedahan.ada dengan sempoernanja. Apa sebab kita ber- do'a begitoe ? Karena dialah akan djadi perlindoengan kita, mendjadi perhoeboengan antara wak- toe sekarang dengan jang akan datang. Bila ? Kalau…
Semua 4 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnya