
Majalah · 1965
Zaman Baru (1965-04)
Ringkasan otomatis
Nomor Afrika-Asia ini memuat seruan menyambut Konferensi Afrika-Asia ke-II di Aldjazair untuk mengobarkan semangat Bandung dan melawan dominasi kebudajaan imperialis, neo-kolonialis dan feodalisme. Isinya kumpulan sastra terdjemahan dan karya penulis Indonesia, antara lain sadjak To Huu, Agam Wispi dan Amarzan Ismail Hamid, esai S. Anantaguna tentang bahasa nasional dan kebudajaan, serta tjerpen Nguyen Cong Hoan 'Madjikan' dan Birago Diop 'Bukit Buahdada', dongeng Senegal.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 2
YEPAT, ketika aku baru sadja tiba didepan gerbang kantorku, kulihat sebuah Ford diparkir. Dari atas kedengaran suara madjikanku meng- » ha gelegar. Maksudku ditingkat satu. Dikantor itu, aku bekerdja —sampai hari ini— sudah empat tahun. Tetapi selama itu belum pernah kurasakan sesuatu jang aneh seperti hari ini, Aku sungguh? kebingungan, Tuanku, terkenal seorang pemadat. Setiap pa- . gi, ia bangun paling pagi djam delapan. Satu djam tiap harinja, ia gunakan untuk sarapan…
Semua 36 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Zaman Baru. (1965). [Periodical issue]. Langka Archive (LGK-27874).
Orang
S. AnantagunaKim Il SungHr. BandaharoSukarnoAgam WispiAmarzan Ismail HamidIsmailKi Hajar DewantaraHo Chi MinhD.N. AiditBasuki ResobowoJoebaar AjoebRivai ApinPutu Oka SukantaW.F. WertheimSitor SitumorangPramoedya Ananta ToerUtuy T. SontaniBakri SiregarBachtiar SiagianF. HardoyoZainal AbidinDjoni Trisno
Organisasi
Zaman BaruKuomintangPPPRepublik Indonesia
Tempat
IndonesiaAsiaDjepangBelandaPerantjisIndiaPakistanKalimantanBaliDjakartaSenegalAmerika SerikatDjawaAgamKalimantan UtaraNigeria
Topik