
Majalah · 1949
Star Weekly (1949-02-27)
Ringkasan otomatis
Edisi Star Weekly ini memuat tajuk tentang Soekarno-Hatta sebagai lambang nasionalisme Indonesia, pidato Menteri Van Maarseveen di Tweede Kamer, dan kembalinya Dr. Beel ke Belanda dengan "plan Beel". Artikel lain membahas rechtsherstel atas barang yang berpindah tangan secara tidak sah, pembatasan air ledeng di Batavia, serta perundingan damai lokal di Tiongkok antara Kuomintang dan Mao Tse Tung. Ada pula rubrik ringan Gambang Kromong dan berita museum sepatu di Madrid.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Aken tetapi, kedjadian ini sedikitnja ada baeknja djoega, oleh kerna itoe, maka lebih njatalah bahoea Soekarno-Hatta c.s. itoe meroepaken lam bang, symboo! nationalisme Indonesia, jang tida teriket kepada kota Djokdja atawa tempat manapoen, malahan djoega ,tida teriket kepada persoonnja Soekarno-Hatta, sebab djika an de kata ma- r~ka itoe tida ada lagi, ,tentoe nama orang laen didjadiken lambang jang beroepa orang, disampingnja symbool-symboo! laen, jang beroepa bendera, dan…
Semua 28 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Star Weekly. (1949). [Periodical issue]. Langka Archive (LGK-27665).
Orang
SukarnoMohammad HattaJ.V. StalinChiang Kai-shekMao ZedongSutan SyahrirSultan HamidTan Malaka
Organisasi
Tempat
TiongkokIndonesiaBataviaTemanggungWonosoboDjakartaShanghaiBandungSurabajaSemarangIsraelKeduBankaNederlandAsiaDjerman
Topik