
Majalah · 1932
Fikiran Ra’jat (1932) - No. 18
Ringkasan otomatis
Nomor 18 majalah politik populer ini memuat tulisan tentang demokrasi politik dan demokrasi ekonomi bagi kaum Marhaen. Tulisan itu membandingkan demokrasi parlementer di Eropa dan Amerika dengan nasib kaum proletar, dan menegaskan bahwa Indonesia Merdeka perlu disertai demokrasi ekonomi. Terbitan ini juga membahas ordonansi sekolah liar, tanggung jawab pemimpin pergerakan, dan peran pers dalam pergerakan, serta memuat iklan dan pengumuman administrasi.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 1
Oleh karena pengawakannja tinggi, “maka adalah roepanja: dalam sakit. : itoe sangat menjes »Valliamma” kata saja, ,tidakkah kamoe menjesal, jang. kamoe telah masoek toetoepan?”. “ ». nMenjesal?” katanja: ,,Saja sekarang djoega bersedia oentoek masoek poela kedalam toetoepan itoe, kalau saja ditangkap: lagi”. »Tetapi kalau sampai dioega. meminta diwamoe? "3 saja meneroeskan. “ "»Tidak kenapa", “mendjawab ia. Siapakah jang takoet mati, kalau oentoek membela tanah-airnja ?"…
Semua 24 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Fikiran Ra'jat. (1932). [Periodical issue]. Langka Archive (LGK-27494).
Orang
SukarnoMohammad HattaSukimanSartonoSuwarni PringgodigdoAnwar TjokroaminotoKi Hajar Dewantara
Organisasi
Istri SedarTaman SiswaPerhimpunan IndonesiaSuluh IndonesiaIndonesia Muda
Tempat
IndonesiaBandungIndiaPerantjisSurabajaDjepangDjermanTjirebonSoloTiongkokTegalDjokjakartaDen HaagPalembangMedanMataram
Topik