
Majalah · 1985
Dong bret no. 1 (1985) October (Buletin
Ringkasan otomatis
Nomor perdana buletin dwibulanan Dong bret dari kelompok Kalyanamitra ini membahas dunia kepelacuran. Edisi ini mengutip berita Kompas 1983–1984 tentang penolakan warga terhadap lokalisasi WTS di Yogyakarta, Medan, Sragen, dan Cepu. Tulisannya juga menyoroti pihak yang ikut menopang pelacuran, seperti keluarga, polisi, pemilik bar dan kios, calo, lurah, serta dukun. Daftar isi memuat pembahasan pelacuran terselubung, wanita panggilan, angka-angka, dan penyebabnya.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 2
Pariyem, si pelaku utama dalam karya Linus Suryadi dengan sedikit nada pasrah mencurahkan perasaannya. ... "Jadi sindhen itu ada risikonya, lho... predikat jelek suka nomplok dipopokkan dipopokkan oleh lingkungan hidupnya Penyelewengan sex alias laku serong sebagai biang keladinya - Tak urung pihak sindhen, perempuan dituding-tuding pertama kalinya Diperendah martabat dan moralnya sebagai 'sumber kacau rumah tangga Pada hal kaum pria yang suka dhemen dan lupa pada kewajiban…
Semua 37 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Dong bret. (1985). [Periodical issue]. Langka Archive (LGK-27478).
Orang
Organisasi
Tempat
JakartaTjepuTokyoSragenYogyakartaMedanDeli SerdangIndonesiaSumatraKalimantanSulawesi
Topik