
Majalah · 1959
Api Kartini (1959) No. 3 Th. 1
Ringkasan otomatis
Majalah Api Kartini nomor 3 tahun I ini terbit menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-14, dengan semangat kembali ke UUD 45. Isinya mengenang peran wanita dalam revolusi dan perjuangan kemerdekaan, memuat catatan kenang-kenangan seorang guru di Madiun dari 1942 hingga 1959, dan membahas dukungan Gabungan Wanita Demokratis Sedunia serta wanita Belanda bagi perjuangan Indonesia. Ada pula perkenalan anggota wanita DPAS dan Depernas serta rubrik lain.
Dibuat dengan AI dari halaman-halaman awal teks OCR dan belum diperiksa, jadi bisa keliru.
Cuplikan, halaman 4
Wanita Kami bukan lagi, bunga padjangan, " jang laju dalam djambangan. Tjantik dalam menurut, indah dalam menjerah, molek tidak menentang, keneraka mesti mengikut, kesorga hanja menumpang. Kami. bukan djuga, bunga tertjampak, dalam hidup terindjak-indjak. 1 Pendjual keringat murah, - buruh separoh harga. Tiada berlindungan, — tiada persamaan, .. ' sarat dimuati beban. Kami telah berseru, | dari balik dinding pingitan, | dari dendam pemaduan, dari perdagangan dilorong malam…
Semua 28 halaman dan teks lengkapnya terbuka untuk pendukung Langka, mulai Rp15.000 per bulan.
Dukung dan baca versi lengkapnyaSitasi
Api Kartini. (1959). [Periodical issue]. Langka Archive (LGK-27410).
Orang
SlametKartiniS.K. TrimurtiUtami SuryadarmaRasuna SaidS. Asijah (Asiyah)Parjani PradonoTrees Sunito-HeyligersBasuki ResobowoSuryadarmaMaasye SiwiS. Rukiah KertapatiSugiarti SiswadiSiti SuratihJulius FucikHanni SchaftEmma PuradiredjaH. SubandrioRusiah SarjonoS. Sardjono (BTI)Suharti Suwarto
Organisasi
Republik IndonesiaGWDSDPASDepernasNVBDewan BantengUni SovjetPRRIJajasan MelatiApi Kartini
Tempat
IndonesiaDjakartaSumatraSumatra BaratDjepangDjermanIrianIrian BaratMadiunMinangkabauUni SovjetMatramanTjekoslowakiaVietnamPekingSumatera
Topik
arrests and detentionland reform and peasantslabour and trade unionsWIDF and international women's movement